Membuat Skenario Film Indonesia

Banyak film Indonesia yang beredar. Sayang, enggak semuanya bagus. Salah satu kelemahan film kita adalah skenarionya. Coba yuk bikin skenario yang bagus.

Sekarang makin banyak ya film-film Indonesia yang beredar. Dalam waktu dekat, kita bisa menikmati film Eiffel I’m In Love Extended Version, Mengejar Matahari, dan Tak Biasa. Duuuh… senangnya melihat banyak film Indonesia bisa bersanding dengan film-film Hollywood.

Tapi, setelah selesai menonton kadang-kadang kita bukannya senang, malah jadi bete. Soalnya, enggak semua film yang ditawarkan itu menarik. Malah ada beberapa film yang ceritanya enggak jelas. Padahal, waktu kita baca sinopsisnya terdengar menarik. Dan, kalau dilihat dari bintangnya ataupun sutradaranya cukup menjanjikan.

Cukup banyak film yang punya sutradara maupun pemain hebat, tapi karena enggak didukung oleh skenario yang menarik, eh jadi melempem. Dan, ini enggak hanya terjadi pada film Indonesia kok. Film made in Hollywood banyak juga yang jelek ceritanya. Pernah dengar enggak film The Mexican? Film ini punya dua bintang besar, Brad Pitt dan Julia Roberts. Siapa sih yang enggak kenal dengan mereka? Tapi, ketika keduanya dipertemukan dalam film, eh hasilnya biasa banget. Enggak sebanding dengan kebesaran nama mereka.

Ada juga film Proof of Life yang dimainkan oleh Russel Crow, jagoan Oscar, dan Meg Ryan. Film ini termasuk film yang jeblok di pasaran. Alasannya? Skenarionya enggak bagus.

Kenapa skenario itu jadi penting ya? Menurut Jujur Prananto, skenario itu nyawa atau blue print dari sebuah film. “Memang semua aspek lain dalam film ikut pengaruh. Tapi, ya, setelah gagasan, skenario memang jadi unsur penting dalam sebuah film,” ungkap penulis skenario Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?) ini.

Tisa TS, penulis skenario Di Sini Ada Setan The Movie, juga punya pendapat yang mirip. Menurut dia, sebuah skenario itu jadi senjata perang buat sebuah produksi film. “Kalau senjata perangnya lengkap dan bagus, hasilnya juga bagus,” ungkap Tisa.

“Skenario yang bagus itu skenario yang bisa memberikan gambaran dengan jelas pada orang yang membaca, seperti apa jalan cerita filmnya,” ungkap Jujur yang suka dengan skenario film The Hand That Cradle The Rock.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: